1. Rupiah
anjlok. Di kantor tempat saya bekerja, ini isu besar sekali. Ya, ada beberapa
pembayaran dengan USD dan melonjaknya kurs hari ini benar-benar pukulan. Di
kantor kurs sekitar Rp 13.840. Sementara dari hasil browsing online, kurs
mencapai 13.890 juga. Ada sedikit pembicaraan mengenai alasan kenapa kurs bisa
naik hampir Rp 200 dalam satu hari saja, dan salah satu alasannya adalah
kebijakan pemerintah Tiongkok untuk mendevaluasi nilai mata uangnya. Ada
komentar senior yang bilang politiknya Tiongkok ini memang ngeri. Sebelum The Fed
sempat merealisasikan rencana untuk menaikkan tingkat suku bunga, negeri
Tiongkok sudah membombardir dengan devaluasinya. Isu-isu pemerintah Tiongkok
menghabiskan sekitar Rp 300 triliun untuk proses devaluasi ini. (Koreksi kalo
salah ya. :))
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/08/12/065946526/China.Devaluasi.Yuan.Bursa.Saham.AS.Kebakaran.
2. Reshuffle
kabinet. Ada enam menteri dan pejabat setingkat menteri yang diganti dalam
kabinet kerja. Terkait dengan berita mengenai anjloknya Rupiah, ada politisi
yang berharap program reshuffle ini berdampak positif pada nilai tukar Rupiah.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/08/12/142015126/Jokowi.Lantik.6.Menteri.Baru.IHSG.dan.Rupiah.Masih.Terpuruk?utm_campaign=popread&utm_medium=bp&utm_source=bisniskeuangan
3. Pembacok
calon bupati sudah ditemukan. Kalau baca berita begini langsung merasa ajaib. Pelaku
dan otak pembunuhan seakan percaya mereka adalah Tuhan, bisa menentukan harga
nyawa orang lain.
4. Kim
Jong Un kembali eksekusi pejabatnya. Ini adalah kedua kalinya bagi Kim Jong Un
untuk mengeksekusi pejabatnya. Kali pertama adalah pejabat yang tidur sewaktu
acara militer. Masih ingat dengan meme yang membandingkannya dengan anggota
dewan yang kebanyakan molor sewaktu rapat?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar